deeconstech.com

it's all about construction techniques

Metode Pelaksanaan Rigid Pavement

Metode Pelaksanaan Rigid Pavement dengan Concrete Paver

0Shares

Halo para Builder sekalian!

Kembali lagi bersama Gue, Dee. Kali ini kita akan balik lagi dalam segmen kategori bidang Sipil, Gue mau melanjutkan informasi mengenai artikel Rigid Pavement sebelumnya, Gue akan beralih pada pembahasan “Metode Pelaksanaan Rigid Pavement dengan Concrete Paver“. Artikel ini gue kutip berdasarkan studi kasus metode pelaksanaan rigid pavement yang Gue pelajari pada Proyek Tol Trans Sumatera seksi Bakauheni – Terbanggi Besar lalu, sehingga penerapannya dapat berbeda sesuai desain, spesifikasi teknis, metode kerja, dan kondisi proyek masing-masing.

Baca juga artikel segmen Sipil menarik lainnya
Untuk informasi relevan lebih jauh, bisa Builder cek di instagram deeconstech.com

Metode Pelaksanaan Rigid Pavement dengan Concrete Paver

I. Alat-Alat dalam Metode Pelaksanaan Rigid Pavement

Sebelum menuju ke metode pelaksanaan rigid pavement, kita harus mengetahui dulu apa saja alat-alat (utama dan penunjang) yang umum digunakan dalam metode pelaksanaan rigid pavement di lapangan, adalah sebagai berikut:

1. Batching Plant

Batching plant merupakan perangkat atau instrumen yang digunakan untuk mencampur dan memproduksi beton ready mix dalam produksi skala besar. Selain itu, batching plant juga digunakan agar produksi beton memiliki kualitas yang baik dan sesuai standar, sesuai dengan nilai slump yang telah ditentukan dan strength ability yang diharapkan.

Batching Plant

Batching Plant

2. Concrete Paver

Concrete Paver merupakan suatu unit mesin atau perangkat alat yang bertujuan sebagai penghampar material beton di lapangan untuk membuat perkerasan kaku. Material beton segar ditumpahkan tepat di depan mulut alat, dan secara otomatis alat CP akan membentuk dan meratakan beton tersebut sesuai dengan ketebalan dan lengkungan yang telah direncanakan. Demi mendapatkan tekstur permukaan yang rata, kekentalan slump beton yang dipakai harus sesuaikan dengan karakteristik alat ini.

Concrete Paver dalam Metode Pelaksanaan Rigid Pavement

Concrete Paver tipe dengan DBI

Concrete Paver sebagai alat utama metode pelaksanaan rigid pavement mencakup beberapa bagian antara lain:

  • Auger : Penyebar adukan beton (pendistribusian beton di area kerja)
  • Screed : Pengatur masukan beton ke dalam mold cetakan
  • Vibrator : Membantu konsolidasi dan pemadatan beton tersebar merata (frekuensi 160 – 200 Hz)
  • Mold                     : Pembentuk perkerasan / cetakan
  • Super Smooter : Penghalus permukaan (finishing)
  • TBI & DBI : Penyisip tulangan sambungan memanjang dan melintang secara otomatis
  • OCB                     : Grooting otomatis
  • Slip Form             : Cetakan samping
Komponen Inti CP

Tampak bagian-bagian komponen inti CP

3. Dump Truck dan Mixer Truck

Mixer truck biasa digunakan untuk mengangkut material beton hasil pengadukan ke lokasi yang diinginkan untuk menjaga konsistensi beton agar tetap cair dan tidak mengeras dalam perjalanan. Metode kerja alat ini adalah dengan memasukkan agregat, semen dan bahan aditif yang telah tercampur dari batching plant ke drum yang terletak di atas truk. Terakhir, campuran air ditambahkan saat akan mulai pengadukan campuran. Dalam konteks metode pelaksanaan rigid pavement secara konvensional, proyek JTTS menggunakan alat angkut mixer truck.

Dump Truck

Dump Truck

Mixer Truck

Mixer Truck

Alat ini juga dikenal sebagai agitator truck, yang berfungsi sebagai pengangkut hasil beton ready mix plant ke lokasi lapangan proyek. Sedangkan untuk metode pelaksanaan rigid pavement dengan alat concrete paver, dump truck biasa digunakan untuk mengangkut beton hasil pengadukan dari batching plant ke lokasi pengecoran karena pertimbangan kecepatan waktu loading material dan kemudahan untuk penghamparan material.

4. Alat bantu lain sebagai penunjang

Selain alat utama yang telah disebutkan, metode pelaksanaan rigid pavement juga membutuhkan alat bantu/pendukung lainnya agar pekerjaan yang dilakukan semakin mudah dan cepat. Adapun alat bantu lainnya ialah:

  • Genset listrik
  • Excavator Hex Wheel
  • Groover
  • Concrete Cutter
  • Tenda
  • Dll

II. Metode pelaksanaan Rigid Pavement dengan Alat Concrete Paver

Dalam tahapan metode pelaksanaan rigid pavement, pastinya pekerjaan timbunan tanah (subgrade), subbase dan lean concrete sudah dikerjakan. Sehingga metode kerja yang akan dijabarkan ini, lebih berfokus kepada metode pelaksanaan Rigid Pavement-nya sendiri.

1. Staking Out

Staking Out merupakan pekerjaan pertama sebelum dilakukannya metode pelaksanaan rigid pavement secara lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk diambilnya koordinat rigid serta elevasi yang sudah ditentukan agar sesuai dengan desain plan dan dengan jarak per segmen 5 meter sesuai desain yang telah ditentukan.

Proses Staking Out

Staking Out / Surveying

Pekerjaan awal dimulai dengan pengukuran menggunakan metode stake out dengan alat electronic total station (ETS). Metode staking out ini dilakukan sebagai langkah penempatan posisi titik-titik dan batas segmental termasuk top elevasi rigid di lapangan (berdasarkan data koordinat rencana). Pengukuran titik-titik kontrol, hal ini bertujuan untuk menjaga agar titik-titik tersebut tidak melenceng jauh dengan koordinat teoritisnya. Penentuan titik-titik ini menjadikan patok BM (Bench Mark) terdekat sebagai titik ikat acuannya. Lalu surveyor memberi tanda pada titik yang telah ditentukan untuk dipasang pin string line.

2. Pemasangan String Line

Setelah surveyor mengambil titik-titik koordinat sesuai desain, para Surveyor melakukan pematokan dengan menggunakan patok besi string line dengan jarak per 5 meter sesuai hasil tembakan koordinat yang telah diambil. Pemasangan String Line ini berfungsi sebagai acuan sensor untuk jalur Concrete Paver disaat melakukan pengecoran.

Pemasangan String Line

Pemasangan String Line

Dalam metode pelaksanaan rigid pavement, pekerjaan ini dilakukan langsung oleh Surveyor agar mengurangi kesalahan penempatan pin saat pemasangan. Para Surveyor menancapkan pin dengan posisi yang telah ditentukan dengan menggunakan palu atau martil. String line dipasang dan diatur ketinggiannya sebagai acuan kelurusan dan elevasi daripada rigid, sensor CP akan menumpang di atas string line selama prosesnya.

3. Pekerjaan Pembersihan

Area kerja terkait yang akan diberlakukan pekerjaan rigid tentunya harus dibersihkan terlebih dahulu dari segala debu, kerikil, sampah plastik dan serpihan kayu yang dapat berpengaruh menurunkan kualitas beton. Pada umumnya pekerjaan pembersihan di lapangan ini menggunakan alat semprot berupa mesin kompresor angin.

Pekerjaan Pembersihan Area Kerja

Proses pekerjaan pembersihan

4. Persiapan Concrete Paver

Sebelum dilakukannya pengecoran beton oleh alat concrete paver, alat tersebut harus dipersiapkan terlebih dahulu agar berkurangnya kesalahan teknis mesin disaat concrete paver sedang bekerja. Pada umumnya pekerjaan ini dilakukan bersamaan dengan penghamparan plastic sheet demi efisiensi waktu pekerjaan.

Setting Alat Concrete Paver

Persiapan dan setting alat CP

Para operator dan mekanik concrete paver menyetel dan mengecek kembali alat yang akan digunakan. Karena alat tersebut sebelumnya sudah digunakan di area pekerjaan lain, maka persiapan concrete paver ini wajib dilakukan. Hal ini disebabkan area yang menggunakan alat ini sebelumnya memiliki desain dimensi perkerasan kaku yang berbeda sehingga harus disetel ulang menyesuaikan desain sesuai area kerja.

Visited 1,852 times, 1 visit(s) today
0Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *