deeconstech.com

it's all about construction techniques

Tol Trans Sumatera

Rigid Pavement: Pengertian, Komponen, dan Struktur Perkerasan Kaku

0Shares

Halo para Builder dimana pun kalian berada!

Kali ini dalam segmen kategori bidang Sipil, Gue mau membagikan informasi kepada kalian tentang “Rigid Pavement: Pengertian, Komponen, dan Struktur Perkerasan Kaku”. Tak banyak penduduk Indonesia yang mengetahui soal jenis perkerasan jalan kaku yang satu ini, maka dari itu Gue sebagai Author ingin membagikan artikel berasarkan pemahaman mengenai Rigid Pavement serta pengalaman pribadi dalam pekerjaan konstruksi jalan di Proyek Tol Trans Sumatera seksi Bakauheni – Terbanggi Besar lalu.

Baca juga artikel segmen Sipil menarik lainnya
Untuk informasi relevan lainnya, bisa Builder cek di instagram deeconstech.com

Rigid Pavement: Pengertian, Komponen, dan Strukturnya

I. Pengertian Rigid Pavement

Dalam pengerjaan konstruksi jalan, Rigid Pavement (Perkerasan Kaku) merupakan salah satu jenis perkerasan jalan yang menggunakan material beton sebagai bahan utama perkerasan tersebut. Material beton sendiri menjadi komponen utama yang menanggung beban struktural. Perkerasan jalan pun dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu Rigid Pavement (Perkerasan Kaku) dan Flexible Pavement (Perkerasan Lentur).

Jenis perkerasan kaku umumnya dipakai pada area jalan yang memiliki kondisi traffic/lalu lintas yang cukup tinggi kepadatannya, dan terbebani oleh distribusi beban yang besar. Seperti pada jalan raya lintas antar provinsi, jembatan layang (fly over), jalan tol maupun pada area persimpangan bersinyal. Tak hanya menggunakan beton, terkadang untuk meningkatkan kenyamanan biasanya di atas permukaan perkerasan dilapisi material aspal lagi. Keunggulan dari perkerasan kaku dibanding perkerasan lentur (asphalt) adalah bagaimana distribusi beban disalurkan ke lapis Subgrade.

Perkerasan kaku memiliki modulus elastisitas yang tinggi, sehingga akan membuat pendistribusian beban terhadap bidang area tanah dasar yang cukup luas dan lebih merata, dan bagian terbesar kapasitas tersebut dapat ditopang oleh slab beton itu sendiri. Hal ini berbeda dengan perkeresan lentur (flexible pavement) yang dimana kekuatan perkerasan ditopang juga melalui lapisan-lapisan tebal pondasi bawah, pondasi, dan lapisan permukaan.

Pembebanan pada jalan

Lapisan pondasi bawah atau terkadang juga disebut sebagai Subbase, jika digunakan dibawah perkerasan beton karena beberapa pertimbangan yaitu untuk kendali terhadap terjadinya pumping, kendali terhadap sistem drainase (drainase bawah perkerasan), kendali terhadap kembang-susut yang terjadi pada tanah dasar, untuk mempercepat pekerjaan konstruksi, serta menjaga kerataan dasar pelat beton.

Ada pun fungsi lainnya dari lapisan pondasi bawah atau Sub-base pada pekerjaan perkerasan jalan, yaitu:

  • Menyediakan lapisan yang beragam
  • Menaikkan angka Modulus Reaksi Tanah Dasar (Modulus of Sub-grade Reaction = k) menjadi Modulus Reaksi Komposit (Modulus of Composite).
  • Melindungi dari pumping pada sambungan, retakan dan ujung perkerasan
  • Mengurangi terjadinya keretakan pada pelat beton.
  • Menyediakan lantai kerja

Lapisan perkerasan beton dapat diklasifikasikan menjadi 2 tipe, yaitu sebagai berikut:

  1. Jointed Reinforced Concrete Pavement: Perkerasan beton yang dilengkapi dengan batang pembesian dowel dan tie bar. Juga dapat menggunakan material Wiremesh jika diperlukan untuk kendali retak (penggunaannya dapat dikombinasikan dengan tulangan dowel dan tie bar pula).
  2. Continuously Reinforced Concrete Pavement: Perkerasan beton bertulang menerus, terdiri dari prosentasi besi yang relatif cukup banyak dan tidak ada siar kecuali untuk keperluan pelaksanaan konstruksi dan beberapa siar muai.
Visited 2,332 times, 1 visit(s) today
0Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *