deeconstech.com

it's all about construction techniques

13 Persyaratan Ramp Cover

13 Kriteria Ramp untuk Transportasi dalam Gedung

0Shares

Hello para Builder sekalian! Dee disini.

Kembali lagi dalam kategori bidang Arsitektur, kali ini Gue ingin membagikan informasi kepada kalian mengenai “Ramp sebagai Transportasi dalam Gedung”. Ramp yang merupakan salah satu bentuk transportasi dalam gedung tipikal non mekanik, tentunya menjadi moda akses yang penting. Maka dari itu Gue sebagai Author kali ini membagikan materi terkait konstruksi ini kepada khalayak umum, berikut beserta persyaratan dan cara perhitungannya.

Baca juga artikel bidang Arsitektur yang lainnya
Untuk informasi relevan lainnya, bisa Builder cek di instagram deeconstech.com

Ramp sebagai Moda Transportasi dalam Gedung

Definisi Ramp

Contoh ramp, pada area luar (Lanskap)

Ramp tentunya berbeda dengan tangga, tangga yang merupakan bagian transportasi dalam gedung menggunakan sistem pijakan berundak-undak. Sedangkan ramp adalah bidang miring yang menghubungkan perbedaan antar ketinggian lantai.

Memiliki keunggulan utama dibandingkan dengan tangga, yaitu bisa dilalui oleh benda ataupun alat yang mempunyai roda, contohnya adalah kursi roda dan troli. Pada bangunan yang difungsikan ramah terhadap difabel, hendaknya menggunakan ramp sebagai moda akses yang terjangkau oleh pengguna kursi roda.

Tetapi jika dibandingkan dengan anak tangga, tentunya ramp membutuhkan lebih banyak ruang. Memiliki dimensi yang lebih panjang sehingga perancang bangunan harus benar-benar cermat dalam menempatkan calon posisi untuk area space tersebut.

Kriteria dalam Pembuatan Ramp

Salah satu contoh lebar efektif

  1. Kemiringan dalam gedung bangunan, tidak boleh melebihi rasio tinggi : panjang = 1 : 12.
  2. Perhitungan kemiringannya tidak termasuk awalan atau akhiran tanjakan (curb ramp/landing). Sedangkan untuk kemiringan di luar gedung bangunan adalah 1 : 15, atau dengan kemiringan standar 10 derajat.
  3. Maksimum panjang mendatar dari suatu ramp (dengan kemiringan 1 : 12) tidak boleh melebihi 900 cm.
  4. Lebar minimum suatu ramp ialah 95 cm.
  5. Bagi ramp yang digunakan sekaligus untuk pejalan kaki dan pelayanan angkutan barang, harus mempertimbangkan secara seksama lebarnya. Sehingga bisa dipakai oleh kedua fungsi tersebut.
  6. Landing atau muka datar pada awalan maupun akhiran suatu ramp harus bebas dan datar, sekurang-kurangnya dapat untuk memutar kursi roda dengan ukuran minimum sekitar 150 cm.
  7. Permukaan datar dari landing (baik awalan maupun akhiran ramp) harus memiliki tekstur kasar sehingga tidak licin baik diwaktu hujan ataupun tidak.
  8. Pembatas rendah di sisi pinggir ramp (low curb) sebaiknya diadakan untuk menghalangi roda dari suatu alat agar tidak terperosok keluar dari jalur ramp.
  9. Apabila berbatasan langsung dengan lalu-lintas jalan umum atau persimpangan, rancanglah sedemikian rupa agar tidak mengganggu aktivitas jalan umum.
  10. Jalur harus dilengkapi dengan pencahayaan yang cukup agar membantu jarak pandang pengguna ramp saat malam hari.
  11. Penerangan khususnya disediakan pada bagian bawah ramp yang memiliki ketinggian terhadap muka tanah disekitarnya dan di bagian yang sekiranya dapat membahayakan pengguna.
  12. Ramp harus dilengkapi dengan railing pengaman (handrail) yang dijamin kekuatannya dan ketinggiannya disesuaikan untuk pengguna ramp.
  13. Material pada alas lantai harus diperhatikan pula, umumnya menggunakan agregat kasar serta ditambahkan sedikit bantalan pada ramp.

Contoh Perhitungan Jarak pada Ramp

Persentase kemiringan

Contoh persoalan jarak yang diperlukan (d): Untuk dapat menempuh tinggi 54 cm, kita akan menggunakan sudut kemiringan 6%. Maka hasilnya adalah panjang horizontal sejauh 9 meter, dalam satuan meter (54 cm = 0,54 m).

6% = (0.54 m/d) x 100
d = 0.54 / 0.06
d = 9 meter

Dan untuk menempuh ketinggian 90 cm, maka kita akan menggunakan kemiringan 6% yang menghasilkan horizontal 15 meter. Dalam satuan meter:

6 = (0.9 m/d) x 100
d = 0.9 m / 0.06
d= 15 meter

Berdasarkan ketinggian

  • Jarak pendek hingga 1.5 m, kemiringan harus kurang dari 12%.
  • Jarak hingga 3 m, kemiringan harus kurang dari 10%.
  • Jarak hingga 9 m, kemiringan harus kurang dari 8%.

Berdasarkan panjang

  • Jarak pendek hingga 3 m, kemiringan harus kurang dari 10%.
  • Jarak menengah 3 – 6 m, kemiringan harus kurang dari 8%.
  • Jarak 6 – 9 m, kemiringan harus kurang dari 6%.

Standarisasi Ramp untuk Akses Kendaraan

Dimensi mobil sedan terhadap tanjakan

Standarisasi kemiringan untuk akses mobil ataupun kendaraan lain, parameternya ialah mobil sedan yang memiliki tinggi terendah. Maka dari hal tersebut, akan ditemui bahwa kemiringan ramp idealnya adalah dengan spesifikasi kemiringan 10 derajat. Dengan kemiringan tersebut, maka titik-titik kritis seperti gambar di atas, akan mampu dilalui oleh mobil jenis sedan terendah (standar) serta dengan mobil sedan dengan jarak bumper depan sampai belakang yang cukup panjang.

– – –

Oke Builder sekalian! mungkin cukup segitu dulu saja ya informasi mengenai “Ramp sebagai Moda Transportasi dalam Gedung”, Gue berharap artikel ini sekiranya dapat membantu serta menambah pengetahuan bagi kalian semua. See you Guys!

Visited 3,456 times, 2 visit(s) today
0Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *