deeconstech.com

it's all about construction techniques

Konstruksi dan Railing Tangga

5 Poin Penting Konstruksi Tangga dan Railing

0Shares

Hallo para Builder sekalian dimana pun Kalian berada!

Kali ini dalam sesi kategori bidang Arsitektur, Gue mau membagikan informasi kepada kalian mengenai “5 Poin Penting Konstruksi Tangga dan Railing”. Walaupun kelihatannya sepele, namun bagi kebanyakan orang awam tidak begitu banyak mengetahui soal konstruksi tangga dan railing yang satu ini, maka dari itu Gue sebagai Author kali ini membagikan ilmu terkait konstruksi tangga kepada khalayak umum secara garis besar atau dominan berdasarkan sedikit pengalaman yang diajarkan beberapa tahun lalu.

Baca juga artikel segmen Arsitektur menarik lainnya
Untuk informasi relevan lebih jauh, bisa Builder cek di instagram deeconstech.com

Rangkuman tentang Konstruksi Tangga dan Railing

Pengertian Tangga

Tangga merupakan suatu bagian dari bangunan yang berfungsi sebagai alat penghubung lantai bawah dengan lantai yang ada di atasnya pada bangunan bertingkat, atau juga bisa dikatakan sebagai alat transportasi dalam gedung atau moda akses untuk naik dan turun.

Tampak Konstruksi Tangga

Contoh Tampak Tangga

Bagian dan Susunan Konstruksi Tangga

1. Anak Tangga (Trede)

Bagian dari tangga yang berfungsi untuk memijakkan/melangkahkan kaki ke arah vertikal maupun horisontal (datar). Trede juga dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Langkah Datar / Maju (Aantrede): Bidang trede yang datar yang merupakan tempat berpijaknya telapak kaki.
  • Langkah Tegak / Naik (Optrede): Bidang trede tegak yang merupakan selisih tinggi antara dua trede yang berurutan.
  • Wel: Lebihan bagian dari aantrede. Wel berukuran maksimum 5 cm untuk lebarnya.
  • Wellat: Penutup celah antara trede dengan stootboard (bidang sentuh). Ukuran wellat 1,5 cm x 2 cm atau 2 x 3 cm.
  • Stootboard (bidang sentuh): Papan kayu yang dipasang untuk memberi penguatan untuk perletakkan trede tanpa dibuat sesuatu hubungan, supaya tidak terjadi pelemahan pada trede.
Perbedaan Aantrede dan Optrede

Perbedaan Aantrede dan Optrede

Susunan Bagian Trede

Susunan bagian Trede

2. Ibu Tangga (Boom)

Bagian dari Tangga berupa 2 batang / papan miring yang berfungsi menahan kedua ujung anak tangga (trede). Ibu Tangga / Boom juga dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Boom Luar (Boom tembok): Batang Boom / papan miring yang menempel pada tembok.
  • Boom Dalam (Boom bebas): Batang Boom/ papan miring yang berdiri miring bebas. Kemiringan Boom disesuaikan dengan besarnya kelandaian tangga. Bagian ujung dari anak tangga, wellat dan stootboard dihubungkan dengan alur pada sisi dalam boom dengan dalam takikan 1 cm.
Boom Anak Tangga

Tampak Boom / Ibu Tangga

3. Tempat Istirahat (Bordes)

Bagian dari tangga yang merupakan bidang datar dan agak luas serta berfungsi sebagai tempat istirahat bila pengguna tangga terasa lelah. Bordes pada umunya ada 2 tipe menurut perletakannya pada tangga, yaitu:

  • Bordes Antara (Di tengah tangga): Bordes yang berada di tengah – tengah tinggi tangga.
  • Bordes sudut (Pojok): Bordes yang berada di sudut tangga.
Tangga model Bordes Lurus

Contoh Gambar Tangga dengan Bordes Antara

Tangga model Bordes Sudut

Contoh Gambar Tangga dengan Bordes Sudut

4. Pelengkap: Railing Tangga

Railing tangga adalah elemen pelengkap yang tak kalah penting juga, dibagi menjadi beberapa komponen yaitu:

  • Tiang Sandaran (Post): Tiang yang berdiri tegak yang ujung bawahnya tempat memanjatkan boom & ujung atasnya sebagai tempat menumpangnya sandaran. (Kayu 8/8 – 10/10).
  • Pegangan (Sandaran Miring / Handrail): Berfungsi sebagai pegangan tangan bagi yang melintas. (Kayu bulat Ø4-5 cm / kayu persegi 4/6 cm atau 6/8 cm).
  • Ruji (Baluster): Susunan barisan papan vertikal yang berfungsi sebagai pagar pembatas pengaman.
  • Garis Lintas: Garis batas lintas bagi pengguna tangga.
Komponen Railing Pelengkap Tangga

Komponen Pelengkap Tangga (Railing)

Syarat-Syarat Konstruksi Tangga

1. Syarat Umum

  • Penempatan: hemat, mudah ditemukan, mendapatkan sinar / intensitas pencahayaan, tidak mengganggu.
  • Kekuatan: kayu kelas I/II, kokoh & stabil (material lain dengan mutu baik juga bisa digunakan seperti beton, kaca dan besi fabrikasi).
  • Bentuk: sederhana, layak, mudah dan cepat pengerjaannya, rapi, indah serta serasi dengan keadaan di sekitar.

2. Syarat Khusus

Untuk Syarat khusus, dapat dilihat dari segi kenyamanan dan keamanan tangga dengan memperoleh ukuran pengaplikasian yang sesuai.Untuk bangunan di Indonesia, Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung dapat dijadikan salah satu referensi, dengan memperhatikan cakupan dan ketentuan yang relevan untuk jenis bangunannya.

Visited 623 times, 1 visit(s) today
0Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *