deeconstech.com

it's all about construction techniques

Sub Struktur Bawah Cover

Sub Struktur Bawah: 6 Jenis Pondasi dan Sloof

0Shares

For this time, Gue akan membagikan informasi tentang “Sub Struktur Bawah: 6 Jenis Pondasi dan Sloof” atau yang biasa disebut bagian lower structure. Karena bisa dibilang berperan vital sebagai penopang utama struktur bangunan, semoga materi yang coba Gue sajikan ini dapat membantu para pembaca untuk menambah informasi dan wawasan seputar konstruksi terkait, terutama bagi kalian yang memang masih awam soal ilmu tersebut.

Baca juga artikel segmen kategori Sipil menarik lainnya
Untuk informasi relevan lainnya, bisa Builder cek di instagram deeconstech.com

Pengenalan Sub Struktur Bawah: Pondasi dan Sloof

Pondasi

Definisi: merupakan bagian dari konstruksi bangunan yang terletak di bagian bawah permukaan tanah, yang dimana berfungsi sebagai pendukung atau penopang utama beban bangunan yang berada di atasnya (upper structure), lalu beban tersebut akan disalurkan ke lapisan tanah dasar.

Pondasi pun terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Pondasi dangkal, atau Shallow Foundation
  2. Pondasi menengah, atau Middle Foundation
  3. Pondasi dalam, atau Deep Foundation

Jenis-Jenis Pondasi

A. Pondasi dangkal (Shallow Foundation)

Pondasi dangkal memiliki kedalaman <400 cm, dan berikut beberapa contoh pondasi dangkal:

  1. Pondasi telapak / umpak
  2. Pondasi menerus
  3. Pondasi Footplate
  4. Pondasi cakar ayam
  5. Pondasi Raft (rakit)
  6. Pondasi sarang laba-laba

B. Pondasi menengah (Middle Foundation)

Pondasi menengah memiliki kedalaman 400 – 1000 cm, dan berikut beberapa contoh pondasi menengah:

  1. Pondasi sumuran
  2. Pondasi tiang (Straus Pile)

C. Pondasi dalam (Deep Foundation)

Pondasi dalam memiliki kedalaman >1000 cm, dan berikut beberapa contoh pondasi dalam:

  1. Tiang pancang
  2. Bore Pile

Rincian Terkait Contoh Pondasi Sub Struktur Bawah

Pondasi Telapak / Umpak

Sub Struktur Bawah Pondasi Umpak

Contoh gambar pondasi telapak

Cara kerja pada pondasi ini menerapkan sistem tanam. Jadi pondasi telapak ini menahan kolom-kolom yang tertanam di bagian dalam atau di atasnya, sehingga tidak masuk ke dalam tanah.

Pondasi Menerus

Sub Struktur Bawah Pondasi Menerus

Contoh gambar pondasi menerus

Pondasi menerus atau yang biasa disebut Continous Foundation, umumnya dikenal dengan istilah pondasi secara menerus yang dibuat dengan susunan pasangan batu (bisa batu kali atau karang) dan diikat dengan campuran mortar (semen, pasir dan air) menggunakan perbandingan campuran yang bervariasi disesuaikan dengan standar kebutuhan yang digunakan.

Pondasi menerus ini biasanya diperuntukan untuk konstruksi rumah sederhana atau bangunan yang tidak bertingkat, dengan kedalaman pondasinya bervariasi antara ± 80-100 cm.

Pondasi Footplate

Sub Struktur Bawah Pondasi Footplate

Contoh gambar pondasi footplate

Pondasi jenis ini ialah salah satu pondasi dangkal yang terbuat dari campuran beton bertulang dan memiliki perbandingan tertentu, yang berbentuk seperti telapak dengan kedalaman pondasi berkisar antara ± 150-200 cm. Pondasi ini biasa digunakan untuk bangunan bertingkat 2-3 lantai dengan beban struktur sedang.

Tetapi hal ini juga tergantung kembali dari hasil investigasi laporan tanah di lapangan, guna menentukan kedalaman dan ketebalan dimensi dari pondasi telapak. Biasanya, pondasi telapak juga dapat dikombinasikan dengan pondasi menerus untuk penyaluran beban secara merata pada struktur bangunan.

Pondasi Raft (Rakit)

Sub Struktur Bawah Pondasi Raft

Contoh gambar pondasi raft / rakit

Pondasi Rakit/Raft/MAT Foundation, pondasi ini merupakan jenis pondasi dangkal yang dibuat menyerupai pelat beton bertulang dengan tebal berkisar antara ±50-200cm di bawah struktur g

Pondasi jenis ini biasanya dipilih apabila kapasitas daya dukung tanah di lapangan rendah. Pondasi rakit sendiri dapat mereduksi penurunan yang tidak seragam (Non uniform settlement), dan dalam pelaksanaannya dapat mengurangi kebisingan dan getaran dibanding dengan menggunakan pondasi dalam bertipe pancang.

Pondasi rakit selain berfungsi untuk bangunan gedung, juga dapat dibuat untuk konstruksi dengan beban merata seperti struktur tangki dan struktur ruang mesin. Menghindari hal seperti patah struktur karena penurunan tanah yang tidak merata.

Pondasi Cakar Ayam

Sub Struktur Bawah Pondasi Cakar Ayam

Contoh gambar pondasi cakar ayam

Pondasi cakar ayam mengambil inspirasi dari bentuk akar pohon kelapa yang mampu menahan beban pohon yang besar dan tinggi walaupun berada pada kondisi tanah yang cukup lunak.

Detail pondasi cakar ayam terdiri dari sebuah slab tipis beton bertulang (tebal 10-20 cm) seperti telapak kaki ayam, serta diperkuat dengan pipa-pipa beton dengan contoh dimensi berdiameter 120 cm, tebal 8 cm, dan panjang 150-200 cm.

Pondasi Sarang Laba-Laba

Pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) merupakan sistem pondasi bangunan bawah yang bisa dibilang kokoh dan ekonomis, dengan memanfaatkan tanah sebagai bagian dari struktur pondasinya. Jenis pondasi ini diperkenalkan pada tahun 1976 oleh Ir. Ryantori dan Ir. Sutjipto, yang kemudian memperoleh paten nomor 7191. Lisensi dan pengembangannya dilakukan oleh PT. Katama Suryabumi.

Sub Struktur Bawah Pondasi Sarang Laba-laba

Contoh gambar pondasi sarang laba-laba

Pondasi ini merupakan jenis pondasi dangkal konvensional, kombinasi antara sistem pondasi pelat beton pipih menerus dengan sistem perbaikan tanah. Pelat beton pipih menerus itu, pada bagian bawahnya dikakukan oleh rib-rib tegak tipis yang relatif tinggi, sehingga secara menyeluruh berbentuk kotak terbalik.

Rib-rib tegak nan kaku tersebut diatur membentuk bak petak-petak segitiga (dari tampak atas), dengan hubungan kaku (rigit). Rib-rib ini terbuat dari beton bertulang, dan rongga yang ada di bawah pelat di antara rib-rib tersebut diisi dengan lapisan perbaikan tanah/pasir yang dipadatkan dengan baik, layer demi layer per 20 cm. Tampak konstruksi ini menyerupai kotak beton raksasa terbalik.

Standar Pemasangan Pondasi Menerus

  1. Harus terletak pada tanah dasar yang keras
  2. Pondasi disarankan berbentuk simetris
  3. Hindari perletakan pondasi pada daya dukung tanah yang berbeda-beda
  4. Pondasi menerus ini sebaiknya ditanam dengan kedalaman yang sama (tidak berundak-undak)

Sloof

Definisi: Salah satu elemen struktur konstruksi bangunan bagian bawah, yang terletak diatas pondasi. Mempunyai fungsi selain untuk menopang dan meratakan beban dindingnya, juga sebagai pengaku antar kolom-kolom.

Perbedaan Sloof dan Balok: Sloof disebut sebagai balok ikat bawah yang terletak di atas pondasi dan tidak berfungsi menahan beban lantai, sedangkan Balok adalah balok ikat atas yang berfungsi sebagai tumpuan pelat lantai.

Sub Struktur Bawah Fungsi Sloof

Fungsi sloof pada struktur

Komponen Struktur Pondasi dan Sloof

Sub Struktur Bawah Komponen Pondasi dan Sloof

Tampak gambar potongan

Pemilihan Pondasi dan Sloof Terkait Konsolidasi Tanah

Sub Struktur Bawah Pemilihan Pondasi dan Konsolidasi Tanah

Faktor dan hal-hal terkait

– – –

Oke Builder! mungkin sampai disini dulu saja ya untuk informasi mengenai materi “Sub Struktur Bawah: 6 Jenis Pondasi dan Sloof” ini. Gue berharap artikel ini sekiranya dapat membantu serta menambah pengetahuan serta wawasan kalian terkait konstruksi ya, Bye bye!

Visited 2,767 times, 4 visit(s) today
0Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *