Tahapan Stressing dan Erection Girder
IV. Pekerjaan Grouting PCI-Girder
A. Alur Pekerjaan Grouting
Urutan pekerjaan grouting dapat dilihat pada diagram alir adalah sebagai berikut:

Diagram alir pekerjaan Grouting
B. Pelaksanaan Patching
Pekerjaan ini dimulai dengan pemasangan selang di cast dan pemasangan bekisting menggunakan kayu untuk menutup blok angkur agar saat grouting tidak mengalami kebocoran dan mencegah keluarnya bahan grouting dari sela-sela strand.
Setelah selang dan bekisting terpasang lalu cor atau patching. Campuran pada patching terdiri dari air, semen, dan pasir. Satu hari (24 jam) setelah pekerjaan patching maka pekerjan grouting dapat dilaksanakan.

Pemasangan selang dan bekisting
C. Pelaksanaan Grouting
Setelah hasil dari patching sudah mengering, bekisting pun dilepas untuk selanjutnya dilaksanakan grouting. Terlebih dahulu persiapkan peralatan dan material yang digunakan untuk pekerjaan ini yang tersusun dari semen, air, intraplast. Setelah peralatan dan material siap, masukan air ke dalam mixer lalu semen dan adukan, grouting harus diaduk menggunakan grouting pump.
Grouting pump dihubungkan dengan lubang inlet dengan menggunakan selang grouting. Grout dimasukkan dengan bantuan pompa untuk mengalirkan grout ke dalam duct. Sebelum di pompakan, grout harus terus diaduk.

Pengadukan Grout

Pompa Grout
Tahapan grouting dimulai dari duct yang paling bawah, kemudian duct yang berada diatasnya dan yang terakhir duct yang paling atas. Selang untuk mengalirkan grout di pasangkan pada satu sisi dan sisi yang lain sebagai parameter apabila duct sudah terisi penuh dengan grout. Grouting dipompa kedalam duct melalui lubang inlet dengan tekanan 0.5 N/mm2 hingga benar-benar keluar melalui lubang outlet.

Grouting
D. Surface Finishing
Setelah grout mengeras, lakukan patching kembali (surface finishing) untuk menutupi lubang selang-selang yang sudah di grouting dan meratakan ujung-ujung girder. Pastikan grouting dan patching sudah dikerjakan pada semua duct.
V. Pekerjaan Erection PCI-Girder
A. Alur Pekerjaan Erection
Urutan pekerjaannya dapat dilihat pada diagram alir sebagai berikut:

Diagram alir pekerjaan Erection
B. Pekerjaan Persiapan Erection
Pekerjaan erection PCI-Girder dilaksanakan oleh PT. Yuliana Inti Persada yang diawasi oleh kontraktor utama, konsultan pengawas dan owner. Sebelum dilakukan mobilisasi girder ke area kerja, di lakukan mobilisasi peralatan serta material.
Pada case contoh Overpass yang diambil, metode pelaksanaan dengan PCI-Girder menggunakan metode crawler crane yaitu menggunakan crawler crane berkapasitas masing-masing 150 ton dan 180 ton untuk mengangkat material PCI-Girder. Metode ini dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan kondisi lapangan dan kemudahan pelaksanaannya di lapangan. Adapun beberapa tahapan persiapan sebelum dilakukannya tahap erection sebagai berikut:
1. Marking CL dan Pemasangan Bearing Pad
Marking CL (center line) pada girder dan mortar pad bertujuan agar penempatan girder tepat berada pada AS. Marking ini dilakukan oleh tim surveyor dengan mengukur dimensi mortar pad dan membagi menjadi dua bagian lalu diberi tanda.
Begitu juga penandaan pada girder. Pada saat pemasangan bearing pad harus di perhatikan kerataannya untuk menghindari rusaknya dudukan bearing pad akibat beban yang tidak merata. Setelah dudukan bearing pad siap, letakkan bearing pad pada posisi sesuai gambar rencana sebagai tumpuan balok girder.

Marking CL Bearing Pad
2. Setting Peralatan
Erection girder dilakukan dengan menggunakan 2 crawler crane dengan kapasitas masing-masing 150 ton dan 180 ton. Perakitan crawler crane tersebut menggunakan mobile crane dengan kapasitas 25 ton dalam keadaan boom pendek dan boom membentuk sudut 450.

Setting Crane

Mobile Crane kapasitas 25 Ton
3. Loading Test
Sebelum girder diangkat ke atas bearing pad terlebih dahulu dilakukan loading test yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung crane. Loading test dilakukan hanya pada saat erection girder pertama dengan cara mengangkat girder setinggi 10 cm diatas permukaan tanah.
Lalu diamkan sekitar 15 menit dan diukur kembali. Maka hasil test dapat dilihat dari perbedaan ketinggian girder pada sebelum dan sesudah loading test dimulai. Setelah crane dinyatakan lulus loading test maka erection dapat dilakukan. Pastikan AS girder sejajar dengan as mortar pad yang telah ditandai.
C. Erection PCI-Girder
Girder diangkat dari bawah hingga melebihi tinggi abutment/pier, kemudian girder yang diangkat dibawa dengan crawler crane diletakkan di atas tumpuannya. Pada saat crawler crane melewati area erection, harus disertakan pula platform untuk pijakan service crane agar tanah yang ada dilewati crane tidak bergeser atau turun.
Proses erection dilakukan dari girder ujung. Setelah girder berada di posisinya dan telah aman, maka dilanjutkan dengan mengangkat girder selanjutnya dengan langkah yang sama.

Proses Erection Girder
D. Bracing PCI-Girder
Hal yang perlu diperhatikan, setelah balok girder diletakkan pada bearing pad, harus segera diberi pengaman untuk mencegah balok terguling ke arah kanan atau kiri dengan dilakukan bracing. Karena jika itu terjadi balok tidak akan mampu menahan berat sendirinya sehingga akan patah. Adapun bracing pada PCI-Girder terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
1. Bracing Temporary PCI-Girder
Bracing Temporary adalah pengikatan sementara antar girder agar tidak terguling. Bracing temporary dilakukan dengan cara mengelas tulangan besi ulir diameter 22mm yang disambungkan dengan tulangan atas girder. Bracing temporary dilakukan setelah pengangkatan girder pertama dan kedua kemudian dilanjutkan bracing temporary ke girder-girder selanjutnya.
2. Diafragma PCI-Girder
Setelah seluruh girder terpasang dan sudah di bracing temporary, dilakukan pemasangan diafragma. Diafragma adalah elemen struktur yang berfungsi untuk memberikan ikatan antara girder sehingga akan memberikan kestabilan pada masing-masing girder dalam arah horizontal.
Fungsi dari diafragma adalah untuk menjaga girder agar tidak menekuk atau memuntir akibat dari beban yang dipikul oleh girder. Pemasangan diafragma meliputi pembesian, bekisting, dan pengecoran menggunakan concrete pump. Diafragma terbagi menjadi dua jenis yaitu diafragma tepi dan diafragma tengah.
E. Manajemen Resiko Erection Girder
Proses pengangkatan PCI-Girder mempunyai resiko yang sangat besar untuk terjadinya kegagalan. Berikut ini merupakan faktor, bahaya resiko, serta pengendalian bahaya, diantaranya sebagai berikut:
1. Faktor-faktor Kegagalan pekerjaan Erection
Adapun beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegagalan dalam pekerjaannya, yaitu:
- Perencanaan yang kurang baik.
- Konfigurasi mesin atau crane tidak sesuai dengan spesifikasi.
- Pengamanan gelagar berupa bracing tidak mampu menahan PCI-Girder.
- Alat hydraulic jack tidak bekerja dengan baik.
- Para pekerja yang tidak memakai APD dan tidak memenuhi K3.
- Faktor alam (cuaca, bencana alam dll).
2. Bahaya Resiko pada pekerjaan Erection
Adapun bahaya resiko dalam proses pekerjaannya, yaitu:
- Crane tergelincir/terguling saat melakukan pengangkatan.
- Girder yang sudah diletakkan di abutment/pier terguling ke bawah.
- Pekerja kurang konsentrasi sehingga terjatuh, terjepit, atau terkena benda tajam.
- Sling crane putus saat proses erection.
3. Pengendalian Bahaya pada pekerjaan Erection
Adapun pengendalian bahaya dalam proses pekerjaannya, yaitu:
- Perencanaan serta pengawasan pelaksanaan pemasangan balok jembatan hendaknya lebih matang dan lebih ketat.
- Kapasitas 2 crane harus sama dengan kapasitas minimal 2 kali beban yang diperlukan, serta tidak berumur lebih dari 6 tahun.
- Alat-alat yang dipakai pada saat proses pekerjaan harus dipastikan dalam kondisi baik.
- Pastikan pekerja memakai APD dan memenuhi K3.
- Kontraktor pelaksana harus memiliki sertifikat SIO dan SILO.
– – –
Gimana Builder? Agak cukup panjang ya pemaparan materi “Tahapan Teknis Stressing dan Erection Girder” pada Overpass kali ini? Tetapi semoga saja artikel yang Gue buat ini dapat tersampaikan dengan baik, bisa kalian pahami, dan bermanfaat.

Tks ya, atas edukasinya.
Sama-sama Builder!