Tahapan Stressing dan Erection Girder
III. Pekerjaan Stressing PCI-Girder
A. Alur Pekerjaan Stressing
Urutan pekerjaan stressing dapat dilihat pada diagram alir sebagai berikut:

Diagram alir pekerjaan Stressing
B. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan mencakup mobilisasi personil meliputi pelaksana, surveyor, mandor, tukang dan pekerja serta mobilisasi peralatan dan material stressing girder. Perlengkapan APD pun harus dilengkapi seperti helm proyek, safety shoes, rompi K-3, rambu-rambu peringatan, sling lite line, dan papan. Adapun data teknis material yang digunakan saat stressing adalah sebagai berikut:
- Strand : PC Strand Ø 12,7 mm
- Mutu beton PCI-Girder : Kelas A-1
- Tinggi PCI-Girder : 2.1 m dan 0.9 m
- Panjang Girder : 40.8 m dan 16.6 m
Gue akan mengambil case contoh Overpass yang menggunakan metode penegangan post-tensioning atau pascatarik. Adapun beberapa rincian tahapan pada saat pekerjaan persiapan, yaitu:
1. Instalasi Strand
Instalasi strand dipilih cara yang paling efesien dan ekonomis, untuk simple girder biasanya digunakan dengan cara manual karena girder relatif pendek. Strand yang digunakan adalah untaian tujuh kawat dengan diameter 12,7 mm. Kabel strand yang telah disediakan kemudian dipotong-potong menggunakan gerinda pemotong, pemotongan diusahakan seminimal mungkin agar tidak ada kabel yang terbuang.
Setelah dipotong, satukan strand sesuai tahapannya dengan menggunakan selotip kertas untuk mempermudah memasukan strand ke dalam duct. Setelah menyatu masukan strand ke dalam duct secara manual pada tiap-tiap tendon.

Pemasangan Selotip

Strand di dalam Tendon
2. Pemasangan Blok Angkur
Blok Angkur dipasang setelah instalasi strand selesai dan akan dilakukan stressing. Blok angkur dikirim ke site dengan material pencegah karat, misalnya dilumuri sejenis minyak atau oli. Pada saat pemasangan blok angkur pastikan harus bersih dari serpihan beton yang akan menghalangi masuknya strand ke dalam blok angkur.
Tekan blok angkur sampai menyentuh casting, lalu sisakan strand minimal 1 meter untuk tempat masuknya hydraulic jack ke dalam strand. Posisi strand tidak boleh saling bersilangan yang dapat mengakibatkan strand terjepit sewaktu stressing.

Pemasangan Blok Angkur
3. Pemasangan Wedges
Pemasangan wedges atau baji bertujuan untuk mengunci strand saat dilakukan stressing. Setelah pemasangan blok angkur, pasang wedges pada ujung-ujung strand untuk mengunci. Tekan wedges ke dalam lubang blok angkur, kencangkan posisi wedges dengan memukul wedges menggunakan selongsong. Pastikan semua wedges telah terpasang dengan baik dan tidak ada yang kendur.

Pemasangan Wedges
4. Pemasangan Wedges Plate
Pemasangan wedges plate digunakan untuk menahan wedges/baji.

Pemasangan Wedges Plate
5. Pemasangan Anchor Head
Pemasangan anchor head diguanakan untuk pembatas antara hydraulic jack dengan beton dan untuk menahan beton agar tidak pecah.

Pemasangan Anchor Head
6. Instalasi Alat Stressing (Hydraulic Jack)
Instalasi alat stresssing dimulai dengan memasangkan katrol ke hydraulic jack di atas tatakan baja/tampel. Pastikan posisi katrol sudah kuat. Gantungkan hydraulic jack, kemudian pasang hydraulic jack dengan memasangkannya pada strand PCI-girder yang sudah siap untuk di stressing. Pastikan hydraulic jack terhubung dengan pump dan manometer.

Tahap pemasangan Hydraulic Jack
Ada juga komponen bernama Pump dan Pressure gauge / Manometer. Pump berfungsi untuk mengalirkan oli hidrolik ke piston melalui motor listrik , sedangkan pressure gauge / manometer digunakan untuk mengukur tekanan fluida (gas atau liquid) dalam tabung. Terdapat dua manometer yang digunakan untuk stressing, pada pompa manometer kanan berfungsi untuk menarik strand mencapai tegangan yang ditentukan, dan untuk manoneter kiri berfungsi untuk merelease/mengendurkan hydraulic jack tersebut.

Pump dan Manometer

Pressure Gauge
7. Pemasangan Angkur Tarik dan Wedges Tarik
Setelah hydraulic jack di install, kembali dilakukan pemasangan angkur tarik untuk menarik/release dan menahan pada saat stressing, dan dikunci kembali menggunakan wedges tarik. Langkah ini dapat mencegah kerusakan parah yang mungkin terjadi akibat putusnya kabel atau kegagalan mendadak dari dongkrak.

Proses pemasangan / memasukkan Angkur Tarik

Proses pemasangan / memasukkan Wedges
C. Penarikan Strand
Stressing dilakukan atas perintah penyedia jasa (contohnya WIKA Beton) dan dengan persetujuan konsultan pengawas pada saat persiapan. Sebelum dilakukan stressing penyedia jasa harus mangajukan perhitungan elongasi untuk mendapat persetujuan konsultan pengawas sebagai acuan untuk pelaksanaan. Ketika ± 1 menit sebelum dilakukannya stressing, beri campuran epoxy pada pinggir permukaan antar segmen sebagai perekat.

Proses Pemberian Epoxy
Pada tiap tendon PCI-Girder memiliki fungsi tersendiri. Pada Tendon satu dan dua berfungsi untuk merapatkan antar segmen, lalu Tendon tiga dan empat berfungsi untuk meluruskan antar Girder.

Tendon PCI-Girder
Pada case contoh overpass, struktur beton girder yang akan di-stressing harus mencapai kekuatan tegangan 45.3 MPa. Setelah persiapan sudah selesai, alat hydraulic jack pun dinyalakan dengan mesin listrik. Hydraulic jack menunjukkan gaya yang telah diberikan ke tendon. Stressing pun dimulai dengan beberapa tahapan sesuai dengan sequence & report of stressing.

Sequence & report
1. Proses Stressing
Strand pada tendon C2 di tarik sebesar 100%, kemudian penarikan dilanjutkan pada tendon C1 sebesar 100%. Pada C1 dan C2 tegangannya bisa langsung mencapai 45.3 MPa (100%) dikarenakan fungsi C1 dan C2 untuk merapatkan antar segmen girder. Penarikan strand dilakukan oleh manometer sebelah kanan mencapai tegangan yang di tentukan yaitu 45.3 MPa.
Pada saat stressing, pompa hydraulic jack mengalirkan oli hidrolik ke piston jack dan secara otomatis piston jack tersebut keluar dan strand baja pun tertarik. Lalu lakukan penarikan pada tendon C2 sebesar 25% dilanjut dengan tendon C4 sebesar 50%, lalu tendon C3 kembali sebesar 75% dilanjut tendon C4 sebesar 100% dan diakhiri dengan tendon C3 sebesar 100%. Fungsi C3 dan C4 adalah untuk meluruskan balok.

Manometer

Piston Jack keluar
Nah, pada sistem post-tensioning digunakan sistem single, yang artinya sistem kabel strand hanya menarik pada satu sisi dan di tahan menggunakan blok angkur dan wedges sebagai pengunci. Ketika proses stressing, atur posisi blok angkur agar tidak miring. Di bantu pula pengangkatan girder menggunakan dongkrak agar antar segmen girder tidak miring dan saling menyatu.

Proses Stressing pada sisi lain

Alat bantu Dongkrak
2. Pengecekan Elongasi
Setiap selesai dilakukan penarikan, harus ada pengukuran piston jack dengan menggunakan meteran atau mistar untuk mengetahui elongasi. Tegangan pada kabel harus diukur dari perpanjangan strand (elongasi). Setelah di lakukan pengukuran pada piston jack, lakukan pencatatan elongasi pada formulir stressing (Sequence & Report Of Stressing), kemudian dibandingkan dengan elongasi rencana dengan batasan bahwa deviasi terhadap teoritis tidak boleh lebih dari +7% dan kurang dari -7%.

Pengukuran Piston Jack
3. Release Strand
Setelah dilakukan penarikan strand, pengukuran dan pencatatan elongasi selesai, lakukan release/pengenduran pada manometer sebelah kiri. Pada saat release, piston pada hydraulic jack akan kembali ke bentuk awal (masuk ke dalam). Setelah selesai di release pindahkan hydraulic jack ke tendon selanjutnya yaitu C3 dan C4 untuk dilakukan stressing kembali.

Piston Jack kembali lagi ke awal

Release pada Manometer
Selanjutnya dilakukan stressing kembali pada tendon C3 dan C4 dengan tahapan penarikan tendon sebagai berikut:

Untuk C3 dan C4 harus dilakukan bertahap sampai tegangannya memenuhi perhitungan yaitu 45.3 MPa di karenakan fungsi C3 dan C4 untuk meluruskan antar segmen girder. Tekanan dan tahapan yang diberikan pada penarikan strand ini harus sesuai perencanaan yang sudah dihitung oleh pihak supplier berupa table Sequence & Report of Stressing.

Before & After Stressing
4. Pengukuran Chamber
Setelah pekerjaan selesai, ukur chamber atau kelengkungan girder akibat proses stressing dengan menggunakan benang yang dibentangkan pada bagian bawah girder lalu ukur kelengkungannya dengan menggunakan penggaris.
Kelengkungan dapat dilihat pada gambar 5.24 yang memperlihatkan girder tidak lagi menumpu pada dudukan kayu ditengah bentang. Rata-rata chamber dari pengukuran 12 girder sekitar 5 cm. Untuk batasan kelengkungan pada girder, minimal 5 cm dan maksimal 10 cm.

PCI-Girder sebelum proses Stressing

Tks ya, atas edukasinya.
Sama-sama Builder!