deeconstech.com

it's all about construction techniques

Soil Nailing dan Shotcrete - Cover

Soil Nailing: Teknik Modern Stabilisasi Tanah

0Shares

Hello Builder semua, This is Dee!

Untuk kali ini, Gue ingin membagikan sebuah informasi penting tentang teknik modern stabilisasi tanah “Soil Nailing dan Shotcrete”. Mengapa penting? Ada beberapa metode kerja yang digunakan untuk mengatasi masalah kerusakan pada tanah atau untuk memperkuat dan memperbaiki tanah tersebut, Salah satunya adalah metode soil nailing.

Baca juga artikel segmen Sipil menarik dan bermanfaat lainnya
Untuk informasi relevan lainnya, bisa Builder cek di instagram deeconstech.com

Metode Kerja Soil Nailing dan Shotcrete

Definisi Soil Nailing

Soil Nailing adalah tindakan perbaikan konstruksi untuk mengatasi lereng tanah alami yang tidak stabil atau sebagai teknik konstruksi yang memungkinkan amannya lereng tanah baru atau yang sudah ada. Teknik ini melibatkan penyisipan elemen penguat yang relatif ramping ke dalam kemiringan – seringnya reinforcing bars (rebar) meskipun solid atau hollow bar juga tersedia.

Solid bars biasanya dipasang ke dalam lubang yang sudah dibor dan kemudian dimasukkan ke dalam tempat menggunakan garis nat yang terpisah, sedangkan hollow bar dapat dibor dan dilumuri secara simultan oleh penggunaan sacrificial drill bit dan dengan memompa nat ke dalam hollow bar saat pengeboran berlangsung.

Metode kinetik menembakkan bar yang relatif pendek ke dalam lereng tanah juga telah dikembangkan. Bar dipasang menggunakan teknik pengeboran biasanya dimasukkan sepenuhnya dan dipasang pada sedikit kemiringan ke bawah dengan bar dipasang pada titik-titik yang ditempatkan secara teratur di seluruh permukaan lereng. (sering diterapkan pneumatik beton , atau dikenal sebagai shotcrete ) atau lempeng kepala soil nailing yang terisolasi dapat digunakan di permukaan.

Komponen soil nailing juga dapat digunakan untuk menstabilkan dinding penahan atau lereng pengisian yang ada (embankments dan leeves); ini biasanya dilakukan sebagai tindakan perbaikan.

Elemen Soil Nailing

Nail Bars

Nail Bars pada Soil Nailing

Nail Bars

Spesifikasi batangan baja yang umum digunakan untuk pekerjaan soil nailing, adalah baja ulir yang sesuai dengan standar ASTM A615, dan daya dukung tarik 420 MPa (60 ksi atau Grade 60) atau 520 MPa (75ksi atau Grade 75). Ukuran diameter yang tersedia beragam, seperti ukuran 19, 22, 25, 29, 32, 36, dan 43 mm serta ukuran panjangnya mencapai 18 m.

Tabel Properti Baja Ulir pada Soil Nailing

Tabel properti baja ulir ASTM A615

Nail Head

Nail Head pada Soil Nailing

Nail Head

Komponen nail head umumnya terdiri dari bearing plate (pelat penahan), hex nut (mur persegi enam), washer (cincin yang terbuat dari karet atau logam) dan headed stud. Bearing plate biasanyanya berbentuk persegi dengan panjang sisi 200-250 mm, tebal 19 m dan kuat leleh 250 Mpa (ASTM A36), sedangkan untuk nut dan washer yang digunakan diharusan memiliki kuat leleh yang setara sama dengan batangan bajanya.

Grout (Cor Beton)

Material cor beton dapat berupa adukan campuran semen pasir, dan jenis semen yang digunakan ialah semen tipe I, II dan III. Semen tipe I (normal) digunakan untuk kondisi yang tidak memerlukan syarat khusus, semen tipe II jika menginginkan panas hidrasi lebih rendah dan ketahanan korosi terhadap sulfat yang lebih baik daripada semen tipe I, sedangkan untuk semen tipe III digunakan apabila memerlukan waktu pengerasan yang lebih cepat.

Centralizers (Penengah)

Centralizers

Centralizers merupakan alat yang dipasang pada sepanjang batangan baja dengan jarak tertentu (0.5 sampai 2.5m) untuk memastikan tebal selimut beton sesuai dengan rencana, alat ini terbuat dari bahan PVC atau material sintetik lainnya.

Wall Facing

Permanent Facing Pekerjaan Soil Nailing

Wajah tampilan permanen (Permanent Facing)

Temporary Facing Pekerjaan Soil Nailing

Muka tampilan sementara (Temporary Facing)

Pembuatan muka atau tampilan dinding terbagi menjadi dua tahap. Tahapan pertama, muka atau tampilan sementara (temporary facing) dibuat dari shotcrete yang berfungsi sebagai penghubung antara batangan baja (nail bars) dan memproteksi permukaan galian tanah terhadap dampak erosi.

Tahap berikutnya adalah pembuatan muka/tampilan permanen (permanent facing). Muka permanen dapat berupa panel beton pracetak yang terbuat dari shotcrete. Muka permanen memiliki fungsi proteksi terhadap erosi yang lebih baik, dan sebagai penambah keindahan (fungsi estetika).

Drainage System

Agar mencegah terjadinya peningkatan tekanan air pada lereng di belakang dinding, biasanya diaplikasikan lembaran vertikal geokomposit antara muka dinding sementara dan permukaan galian. Pada area kaki lereng harus diadakan saluran pembuangan (weephole) untuk air buangan lembaran geokomposit.

Daftar Peralatan dan Pekerja

Peralatan pekerjaan yang dibutuhkan ialah sebagai berikut:

  • Bulldozer
  • Excavator
  • Vibro Roller
  • Sheep Foot Roller
  • Dump Truck
  • Water Tank
  • Peralatan survey, seperti Total Station

Man power dalam pekerjaan yang diperlukan antara lain ialah:

  • Operator alat-alat berat terkait
  • Supir Dump Truck
  • Tim Surveyor
  • Tim Quality Control
  • Supervisor dan para pekerja bangunan

Kelebihan dan Kekurangan Soil Nailing

Beberapa kelebihannya ialah:

1. Volume baja untuk nail bars pada pekerjaan lebih sedikit daripada pada ground anchor. Hal ini dikarenakan batangan baja pada soil nailing umumnya lebih pendek sehingga material yang dibutuhkan umumnya lebih sedikit.
2. Luas area yang dibutuhkan dalam masa konstruksi lebih sempit dibandingkan dengan teknik lain, sehingga cocok untuk pekerjaan yang memiliki areal konstruksi terbatas.
3. Dinding relatif lebih fleksibel terhadap penurunan, karena dinding untuk soil nailing lebih tipis jika dibandingkan dengan dinding gravitasi.

Beberapa kekurangannya ialah:

1. Metode pekerjaan ini kurang cocok bagi daerah yang memiliki data muka air tanah tinggi.
2. Tidak cocok diaplikasikan untuk struktur yang membutuhkan quality control ketat terhadap deformasi. Hal ini bisa diatasi dengan cara menggunakan teknik post tension nail, namun langkah ini dapat menyebabkan biaya konstruksi yang lebih mahal.
3. Pelaksanaan konstruksi relatif lebih sulit, sehingga membutuhkan kontraktor yang ahli dan berpengalaman.

Analisa Prosedur Metode Kerja Soil Nailing

Pekerjaan Persiapan

Sebelum memulai pekerjaan, harus mempersiapkan lahan yang mau di kerjakan yaitu membersihkan lahan, menentukan letak, jumlah titik dan data spesifikasi soil nailing.

Pekerjaan Pengeboran

Sebelum dilaksanakan pengeboran, dipasang dahulu perancah atau scafolding sesuai dengan letak titik yang akan di-bor, untuk penempatan mesin bor. Pengeboran dilaksanakan dengan sudut tegak lurus bidang lereng dari arah horizontal, kedalaman bor bervariasi 6 m, 9 m, 12 m dengan diameter 4”.

Posisi masing-masing titik pengeboran sesuai dengan yang telah ditentukan pada gambar rencana yaitu jarak 2 meter arah horizontal dan vertical. Setelah didapatkan kedalaman yang di tentukan, pada ujung lobang dimasukan casing pvc panjang 1 m untuk memudahkan dalam memasukkan besi nailing dan setelah besi nailing terpasang, casing bisa di lepas.

Teknik Pengeboran DPT Soil Nailing

Penampang pengeboran tanah pada lereng

Pemasangan Besi Nailing

Proses Pemasangan Besi Soil Nailing

Proses pemasangan Besi Nailing

Setelah lubang bor sudah tersedia, besi nailing D32 dimasukkan ke dalam lubang bor. Untuk menjamin posisi besi nailing pada tengah-tengah lubang, pada beberapa tempat sepanjang besi dibuatkan dan dipasang centralizer, centralizer ini dipersiapkan sebelumnya bersamaan dengan pembuatan / fabrikasi drat pada ujung luar nail.

Proses Grouting

Proses Grouting Pekerjaan Soil Nailing

Proses Grouting

Grouting dilaksanakan dengan material grouting cement slurry. Supaya mendapat hasil yang maksimal, maka pelaksanaan grouting menggunakan sistem pumping sampai lubang bor terisi penuh. Adapun komposisi dari material cement slurry adalah sebagai berikut:

Pekerjaan Shotcrete

Proses Pekerjaan Shotcrete

Proses Shotcrete

Pekerjaan shotcrete dilaksanakan sesudah nailing selesai digrouting. Pembesian shotcrete wiremesh M6, mutu 26 Mpa dengan ketebalan 7,5 cm.

Pemasangan Plat Penutup

Tahapan terakhir setelah pelaksanaan shotcrete dilaksanakan adalah pemasangan plat penguat ukuran 225 x 225 x 5 mm serta pengencangan baut pada ujung besi nailing, kemudian untuk menghindari korosi di bungkus dengan beton konde 250 x 250 x 100 dengan mutu beton k250.

Visited 1,703 times, 1 visit(s) today
0Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *