Sistem Sanitasi: 5 Dasar Instalasi Air Bersih dan Kotor
Instalasi Air Kotor
- Instalasi / jaringan air kotor
- Sistem Jaringan Terbuka untuk air hujan atau saluran yang tidak menghasilkan bau.
- Sistem Tertutup untuk saluran yang dapat menyebabkan pencemaran atau polusi.
- Dalam pelaksanaannya untuk saluran tertutup dipisah menjadi 2, yaitu:
- Saluran dari WC >> Septictank >> Peresapan
- Saluran dari Kamar Mandi/Dapur/Cuci >> Peresapan

Contoh instalasi / jaringan air kotor
Persyaratan untuk Instalasi Air Kotor
Berikut adalah beberapa persyaratan instalasi air kotor:
- Jaringan tidak boleh terhubung langsung ke saluran kota, kecuali untuk saluran air hujan.
- Sistem harus dilengkapi dengan grease trap yang berfungsi untuk mencegah bau dari saluran pembuangan.
- Jaringan dibuat sependek mungkin.
- Jangan terlalu banyak bangunan.
- Belokan tidak boleh tajam <90°.
- Pertemuan dan belokan diberi bak kontrol.
- Kemiringan saluran minimal 2%.
- Perlu perawatan secara periodik.
Instalasi Air Kotor: Septic Tank
Septic tank berfungsi sebagai tempat proses penghancuran disposal padat secara biologis atau dibantu bakteri pembusuk.

Tampak septic tank

Potongan septic tank

Dimensi septic tank tergantung kebutuhan kapasitas
Instalasi Air Kotor: Sumur Resapan
Sumur resapan berfungsi sebagai filter aliran air dari septictank sebelum meresap ke dalam tanah, Terdapat 2 model peresapan, yaitu:

Model 1

Model 2
Instalasi Air Kotor: Bak Kontrol
Bak kontrol berfungsi untuk pemeliharaan rutin jaringan saluran air. Berikut adalah beberapa contoh penempatan bak kontrol yang dasar:

Dibuat pada setiap jarak 4-6m

Digunakan untuk pertemuan pipa jaringan

Gambar jaringan pada pipa yang membelok

Detail bak kontrol untuk air hujan

Contoh detail bak kontrol
Instalasi Air Kotor: Saluran Air Hujan (Sistem Terbuka)
Berikut merupakan beberapa persyaratan mengenai saluran air hujan:
- Air hujan dari cucuran atap serta ruang terbuka/halaman disalurkan ke saluran kota (jika sudah tersedia) atau dibuatkan peresapan lokal.
- Saluran dibuat terbuka agar mudah dibersihkan.
- Menggunakan pipa ½ Ø20 cm.
- Sebaiknya dibuatkan peresapan tersendiri sebagai usaha konservasi air tanah.
- Pada bagian yang terkena sirkulasi udara diberi/ditutup denganpelat beton/kisi-kisi besi beton.
- Pada pertemuan dan belokan diberi bak kontrol.

Contoh mekanisme peresapan saluran air hujan
Instalasi Air Kotor: Dimensi Pipa
- Pipa PVC diameter 4″: Umumnya digunakan untuk saluran induk air kotor yang berasal dari kamar mandi, cucian, dan air hujan.
- Pipa PVC diameter 3″: Digunakan untuk pipa vertikal yang mengalirkan air hujan dari talang di atap rumah.
- Pipa PVC diameter 2″ tipe D: Diterapkan untuk saluran pembuangan kotor dari wastafel dan tempat cuci piring.
Simbol-simbol Terkait Sanitasi

Beberapa contoh simbol terkait sanitasi
– – –
Oke Builder sekalian! Cukup sampai di situ dulu ya informasi singkat terkait “Sistem Sanitasi: 5 Dasar Instalasi Air Bersih dan Kotor” yang Gue sajikan pada kesempatan kali ini. Next, Gue tanpa bosan akan terus memposting artikel pengetahuan yang bermanfaat dibalik bidang konstruksi, entah itu Arsitektur, Sipil dan MEP . Sekian mengenai informasi konstruksi mengenai materi bidang MEP-nya. Pendapat, saran dan juga request dari sebuah topik pembahasan tentunya akan Gue terima dengan senang hati, tulis di kolom komentar ya. Kurang lebihnya mohon maaf. Stay tune on deeliterarchion.com ya, see you guys!
