deeconstech.com

it's all about construction techniques

Micro Tunnel Boring Machine - Cover

Metode Pelaksanaan Micro Tunnel Boring Machine (MTBM)

0Shares

Pekerjaan Proteksi Dinding Galian Tanah

Pekerjaan proteksi dinding galian tanah salah satunya menggunakan item Strutting dan Waller. Strutting dan waller merupakan sebuah metode perkuatan tambahan dinding penahan tanah. Strutting digunakan apabila dianggap bahwa DPT yang digunakan masih belum cukup kuat untuk menahan stabilitas tanah sampai dengan kedalaman yang dilaksanakan, dan dirasa sudah tidak ekonomis lagi apabila terus memperdalamnya demi mendapatkan stabilitas yang diizinkan.

Strutting dapat menggunakan material kayu maupun baja. Pekerjaan Strutting tidak dapat dipisahkan dengan pekerjaan lainnya, seperti galian tanah dalam pengerjaannya. Untuk pekerjaan PIT ini menggunakan Strutting bermaterial baja.

Pekerjaan Proteksi DPT pada PIT Micro Tunnel Boring Machine

Ilustrasi pekerjaan proteksi DPT pada PIT

Berikut merupakan langka-langkah pemasangan proteksi galian tanah:

1. Memastikan sheet pile temporary sudah terpasang seusai rencana dan tidak terdapat celah dan terpasang lurus tidak berbelok-belok.
2. Memastikan galian rencana sudah mencapai level rencana awal (level-1).
3. Merapikan sisa galian yang masih menempel di sheet pile.
4. Memasang konsol dibawah elevasi rencana Waller Beam. Dimana konsol berfungsi sebagai dudukan Waller. Pemasangan konsol menggunakan material baja jenis WF 350.175.7.9, dan dilakukan pengelasan di dinding sheet pile.

Pemasangan Konsol Micro Tunnel Boring Machine

Ilustrasi pekerjaan pemasangan konsol

5. Memasang konsol di masing-masing sisi siku dengan sisi tengah, dan di setiap sisi terpasang 2 Konsol sebagai dudukan.
6. Memasang Waller Beam (WF 350.175.7.9) diatas konsol yang sudah terpasang pada setiap sisi hingga tersambung pada masing-masing Waller. Pertemuan antara Waller disambung menggunakan baut (contohnya bolt M-24).
7. Memasang Strutting (WF.350.175.7.9) diantara siku Waller berfungsi sebagai pengaku waller. Sambungan Strutting ke Waller menggunakan baut (bolt M24).

Pekerjaan Waller dan Strutting Beam Micro Tunnel Boring Machine

Ilustrasi pekerjaan Waller dan Strutting Beam

8. Memastikan sambungan antar Waller dengan Waller sudah terpasang dengan baik terkait pemasangan bautnya. Serta sambungan antar Waller dengan strutting juga harus sangat diperhatikan.
9. Setelah level-1 terpasang waller dan struttingnya dengan baik, kemudian melakukan penggalian tanah kembali ke level-2.
10. Melakukan pemasangan kembali Konsol, Waller dan Strutting pada level-2, seperti pada level-1. Harus perhatikan dan melakukan pengecekan kembali sambungan antar Waller dan Struttingnya.

Pekerjaan Strutting Beam 1 dan 3 Layer Micro Tunnel Boring Machine

Ilustrasi pekerjaan Strutting 1 dan 3 layer Beam

11. Melakukan kembali galian ke level-3 sesuai rencana elevasi dan melakukan pembersihan di sekitar sheet pile dan strutting di atasnya.
12. Untuk level yang ke-3 pemasangan Waller dan Strutting menjadi 3 layer. Untuk proses pemasangan beam baja sama seperti langkah sebelumnya.
13. Setelah pemasangan Waller dan Strutting level-3, kemudian dilanjutkan penggalian ke level-4 sesuai elevasi rencana dengan memperhatikan sambungan baut dan pengelasan pada masing–masing sambungan, baik Konsol, Waller dan Strutting.

Pekerjaan Waller dan Strutting Level 3 dan 4 Micro Tunnel Boring Machine

Ilustrasi pekerjaan Waller dan Strutting Beam level 3 dan 4

14. Melakukan pemasangan kembali Konsol, Waller dan Strutting pada level ke-4 (sama seperti level-3) dengan 3 layer baja WF.350.175.7.9, dengan memastikan semua sambungan sudah rapat tidak ada celah.

Pekerjaan Lantai Kerja PIT MTBM

Pekerjaan Pelat Lantai PIT MTBM dilakukan dengan pekerjaan timbunan pasir urug setebal 10 cm, kemudian pengecoran menggunakan lantai kerja beton atau lean concrete dengan mutu Fc’ 10 Mpa setebal 5 cm, setelah itu pekerjaan pembesian dan pengecoran lantai dengan beton Fc’21 Mpa dengan tebal 20 cm.

Pekerjaan Lantai PIT Micro Tunnel Boring Machine

Ilustrasi pekerjaan base concrete

Lantai beton ini juga digunakan sebagai dudukan mesin pendorong (boring machine), untuk membuatnya tetap lurus / on track pada saat beroperasi.

Pekerjaan Reaction Wall

Pekerjaan dinding tolak atau Reaction Wall dibangun menggunakan struktur beton bertulang. Untuk ukuran pengecoran reaction wall ini disesuaikan dengan beban pipa yang akan didorong. Reaction wall berfungsi sebagai pondasi alat mesin hidrolis.

Pekerjaan Reaction Wall Micro Tunnel Boring Machine

Ilustrasi pekerjaan Reaction Wall

Ilustrasi Proses Drilling Micro Tunnel Boring Machine

Ilustrasi kegunaan Reaction Wall pada proses drilling MTBM berlangsung

– – –

Mungkin sampai disini dulu saja ya Builder untuk informasi metode pelaksanaan “Micro Tunnel Boring Machine”, Gue berharap artikel ini dapat membantu memperkaya ilmu pengetahuan serta wawasan kalian semua dalam dunia konstruksi ya!

Visited 1,212 times, 1 visit(s) today
0Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *