3 Bentuk Utama Konstruksi Atap Bangunan
Kali ini akan membagikan sedikit informasi tentang 3 bentuk utama “ Konstruksi Atap Bangunan” sebagai bagian upper structure. Semoga materi ini dapat membantu pembaca untuk menambah informasi dan wawasan seputar konstruksi bangunan, terutama bagi kalian yang masih awam soal ilmu terkait.
Baca juga artikel segmen kategori Sipil menarik lainnya
Untuk informasi relevan lainnya, bisa Builder cek di instagram deeconstech.com
Menguraikan Model atau Bentuk Utama Konstruksi Atap
Definisi Atap
Atap merupakan elemen konstruksi pada bangunan yang terletak di atas sebagai penutup bangunan, fungsi atap melindungi bangunan dari panas dan hujan. Bentuk dasar atap yang umumnya digunakan pada bangunan ada 3, yaitu:
- Atap datar
- Atap sudut
- Atap lengkung (sebagian berbentuk lingkaran)
Bentuk Atap Datar

Atap beton sebagai atap datar
Umumnya dibuat dari material beton bertulang yang kedap air, yaitu dibuat dari campuran 1pc : 1,5ps : 2,5Kr + Air dan diberi tulangan rangkap atas bawah. Tulangan atas berfungsi sebagai tulangan susut untuk mencegah retak pada permukaan beton akibat terkena panas matahari, sedangkan tulangan bawah berfungsi sebagai tulangan konstruksi untuk menahan lenturan struktur.
Jika konstruksi atap menggunakan pelat bondek maka cukup diberi tulangan 1 rangkap saja, karena tulangan bawah untuk menahan lenturan sudah digantikan oleh pelat bondek. Untuk mencegah retak pada bidang permukaan dan juga mencegah korosi betonnya, dapat diberikan lapis pelindung pada seluruh permukaan atap, lapisan pelindung ini dapat berupa:
- Plesteran keras dengan campuran 1pc : 2ps yang dibuat kasar agar tidak licin.
- Penutup keramik atau granit.
Kelebihan atap datar dengan roof dak beton:
1. Daya tahan kuat dan tahan lama
Pembatas lantai yang dibuat dari beton memiliki ketahanan yang tinggi, tidak mudah rusak, dan mampu bertahan terhadap berbagai kondisi cuaca, termasuk panas, hujan, dan angin kencang.
2. Mampu meredam panas matahari
Dengan ketebalan yang tepat, atap beton dapat mengurangi panas matahari, sehingga suhu di dalam ruangan tetap nyaman dan sejuk.
3. Mudah dibersihkan
Membersihkan dak beton pun mudah dan tidak ribet. Anda cukup memakai sapu atau jika terdapat noda, cukup disiram dengan air. Karena itu biaya perawatannya murah dibandingkan jenis bentuk atap lainnya.
4. Tidak mudah terbakar
Karena menggunakan material beton sebagai bahan dasarnya, jenis atap ini relatif tidak mudah terbakar.
5. Mudah jika ingin menambah lantai lagi
Keunggulan lain dari dak beton adalah kemudahan dalam menambah lantai tanpa perlu merobohkan atap. Hal ini karena bentuknya yang datar sehingga meskipun tidak dibangun ruangan, Anda bisa memanfaatkannya menjadi taman atap / rooftop.
Kekurangan atap datar dengan roof dak beton:
1. Menyebabkan kelembapan dalam ruangan tinggi
Atap beton mampu menghalau panas, sehingga suhu dalam ruangan menjadi sejuk. Namun hal tersebut memiliki kekurangan dengan kelembapan di dalam ruangan menjadi tinggi. Ini menyebabkan ruangan lembap dan mudah ditumbuhi lumut jika tidak rutin dibersihkan, apalagi jika ruangan sempit dan minim ventilasi bukaan.
2. Rentan kebocoran
Atap beton rentan mengalami kebocoran jika proses pengerjaannya tidak dilakukan dengan sempurna. Terlebih lagi, umumnya dak berbentuk mendatar dan menampung air hujan. Meskipun dak atap jenis ini mampu menahan endapan air, jika terus-menerus tergenang air akan merembes ke lantai bawah.
3. Tidak mudah dibongkar
Atap beton tidak mudah dibongkar jika ingin merenovasi rumah, proses penghancuran beton juga sulit dan membutuhkan waktu yang lama.
Bentuk Atap Sudut
Ialah atap yang mempunyai kemiringan tertentu sehingga membentuk sudut, kemiringan atap tergantung dari jenis penutup atapnya, karenas etiap penutup atap mempunyai standar kemiringan tertentu. Konstruksi atap sudut mempunyai 2 elemen, yaitu:
A. Elemen rangka batang (Konstruksi kuda-kuda)
B. Elemen penutup atap (seperti genteng, spandex, metal roof dan alderon)

Bentuk-bentuk konstruksi atap
Atap sudut ditinjau dari segi bentuk, contoh diantaranya:
1. Bentuk Sandar
2. Bentuk Perisai
3. Bentuk Pelana
4. Bentuk Tenda
5.Bentuk Piramida
6. Bentuk Mansard
Sedangkan, dari segi material konstruksi rangka batangnya, terbagi menjadi:
1. Rangka Kayu
2. Rangka Baja
3. Rangka Baja Ringan
4. Rangka Beton Bertulang
Bentuk Atap Lengkung

Contoh atap lengkung (1)
Merupakan atap yang menggunakan lembaran bidang dan diletakkan melengkung secara horizontal pada sisi lantai atap. Memiliki desain yang khas karena tampak sangat fleksibel dan alami.

Contoh atap lengkung (2)
Umumnya atap lengkung digunakan pada bangunan bentang lebar, rumah tinggal maupun bangunan konstruksi sederhana lain. Material pembentuk atap ini terbuat dari rangka kayu, baja, almunium dan ada yang tanpa rangka.

Salah satu contoh tampak rencana atap
– – –
Oke Builder, mungkin sampai sini dulu saja ya informasi mengenai pembahasan 3 bentuk utama “ Konstruksi Atap Bangunan”. Gue berharap artikel pengetahuan ini sekiranya dapat membantu bagi kalian semua. Jangan lewatkan konten menarik selanjutnya! Jika Builder memiliki pertanyaan, ingin berbagi pendapat bahkan merequest suatu topik, silakan tulis di kolom komentar ya!
