Erection Struktur Baja: Teknik dan Keamanan
Howdy Builder!
Artikel bagian ini akan menjelaskan tentang operasi dan prosedur terkait dengan pelaksanaan atau metode erection struktur baja pada bangunan, showcase pada kali ini yakni struktur bangunan Workshop dan Warehouse. Semoga informasi yang Author sampaikan dapat bermanfaat bagi para pembaca terkait ilmu seputar dunia konstruksi ya.
Baca juga artikel segmen Sipil menarik yang lainnya
Untuk informasi relevan lainnya, bisa Builder cek di instagram deeconstech.com
Metode Pelaksanaan Erection Struktur Baja dalam Konstruksi Modern
Pendahuluan Erection Struktur Baja
Erection struktur baja merupakan proses yang terdiri dari pemasangan atau perakitan komponen-komponen baja sehingga menjadi satu kesatuan struktur yang dapat digunakan dan dilaksanakan di area kerja lapangan. Nah, perakitan struktur baja ini dilakukan dengan cara menggunakan Mobile Crane dengan kapasitas tertentu.
Diagram Alir Pekerjaan Erection Struktur Baja

Diagram alir metode pelaksanaan
Tahapan Metode Erection Struktur Baja
Berikut tahapan pekerjaan erection struktur baja pada showcase bangunan Workshop & Warehouse:
1. Siapkan profil-profil struktur baja yang sudah dimobilisasi ke area kerja lapangan agar dipersiapkan untuk dirakit. Struktur Baja tersebut sudah dalam kondisi di DFT, Primer Coat, Intermediate Coat, Top Coat.
2. Lakukan persiapan peralatan serta tenaga pekerja yang diperlukan, dan pastikan angkur sudah terpasang pada kolom pedestal.
3. Dengan memperhatikan denah layout area kerja serta progress fisik lapangan, maka Crane dapat diposisikan pada jalan akses terdekat atau tepat di depan bangunan, juga boleh menggunakan space area lain yang sekiranya aman.
4. Kolom-kolom baja tentunya akan diereksi terlebih dahulu sebelum struktur balok bajanya.
5. Ikat kolom baja dengan webbing sling untuk diereksi.

Visualisasi erection struktur baja di Lapangan
6. Dengan bantuan alat Mobile Crane, angkat kolom baja kemudian arahkan kepada kolom pedestal yang ingin dipasang dengan bantuan arahan Rigger.
7. Kencangkan baut dengan memperhatikan verticality kolom, jangan lupa gunakan alat waterpass.
8. Lanjutkan kepada proses ereksi kolom baja selanjutnya dengan prosedur yang telah dijelaskan sebelumnya.

Detail kolom baseplate baja yang sudah terkoneksi
9. Ketika kolom-kolom baja sudah terpasang, selanjutnya akan dipasang balok terlebih dahulu agar struktur baja memiliki kekakuan dan meminimalisir terjadinya kemiringan akibat angin atau hal-hal lain.
10. Pekerja ereksi struktur baja harus standby untuk mengencangkan baut saat proses ereksi balok-balok baja kepada kolom.
11. Angkat Rafter dengan webbing sling ke lokasi yang diinginkan, kemudian ketika balok telah berada di antara dua kolom dan juga lubang baut sudah selaras, maka lakukan pengencangan baut dengan kunci torsi/momen sesuai dengan nilai torsi yang disyaratkan.
12. Proses dari nomor 5 sampai nomor 11 dilakukan secara berulang-ulang hingga semua kolom dan balok terpasang dengan baik.

Contoh layout denah rencana urutan pelaksanaan ereksi
13. Lanjutkan proses ereksi struktur baja ke bagian Rafter. Lakukan proses yang sama dengan ereksi kolom dan balok.
14. Urutan ereksi rafter baja dilakukan dari lokasi paling jauh hingga paling dekat yakni dari as 3, lalu dilanjutkan ke as 2 dan as 1.
15. Lakukan pengencangan baut menggunakan kunci torsi/momen.
16. Setelah seluruh komponen baut dikencangkan, cek verticality struktur baja tersebut dan pastikan tidak ada baut yang kendur saat dikencangkan.
17. Lanjutkan dengan pekerjaan grouting pada kolom pedestal, kemudian lakukan curing yang diperlukan.
18. Untuk pemasangan gording dengan profil CNP, dilakukan secara manual yakni pekerja naik ke atas rafter untuk memasang profil CNP.

Visualisasi pemasangan gording struktur baja
19. Pekerja yang akan naik harus menggunakan full body harness dan melewati perancah yang aman dan stabil.
20. Selanjutnya dapat dilanjutkan dengan pekerjaan atap dan pemasangan cladding.
21. Pemasangan atap dan cladding dilakukan secara manual dengan menaiki perancah.
22. Pengangkatan material menggunakan tali harus dilakukan secara hati-hati, sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada material atap.
23. Setelah pekerjaan ereksi baja selesai, maka struktur baja yang telah terpasang harus dicat kembali sebagai tahap pekerjaan finishing.

Contoh tampak bangunan dengan komponen profil baja terlaksana
Inspeksi dan Test Erection Struktur Baja
- Pemeriksaan material struktur baja sesuai dengan syarat spesifikasi yang ditentukan, serta mengikuti Material Approval yang telah diajukan.
- Memastikan penyimpanan material struktur baja tidak menyebabkan kerusakan pada permukaan komponen baja.
- Melakukan pengawasan dan mengantisipasi resiko selama proses pelaksanaan ereksi struktur baja sehingga mengurangi dampak cacat mutu pada konstruksi.
- Kemiringan pada kolom struktur baja akibat kemungkinan ketidaksempurnaan proses ereksi tidak boleh melebihi batas toleransi. Batas toleransi kemiringan struktur baja yang diperbolehkan untuk kolom yakni H/500 berdasarkan ANSI/AISC 303-22 pasal 11.3.1 dan SNI 1729:2020 tentang Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural.
- Pengencangan baut harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi mutu baut yang telah direncanakan.
- Memastikan dilakukannya curing pada kolom pedestal yang digrouting.
– – –
Sampai disini dulu ya penyampaian informasi tentang metode ereksi struktur baja pada bangunannya. Semoga bermanfaat oke, see yaa Builder!
